Sudah Beredar: Novel Roller Coaster

Novel Roller Coaster

Paperback, 210 pages
Published September 14th 2016 by Puspa Swara
ISBN13                          9786022160274
Edition Language        Indonesian
Advertisements

Telah Terbit: Buku Kisah Tujuh Penjuru

Hidup adalah perjalanan

Selalu ada alasan untuk tersenyum

Bagi yang mampu melihat keindahan dalam setiap perjalanan

Tinggal di Lindu, hidup serasa kembali ke zaman batu. Tidak ada sinyal. Tidak bisa menelepon atau menerima telepon. Tidak bisa mengakses internet. Tidak bisa berselancar di media sosial. Orang-orang saling berkirim surat untuk menyampaikan pesan. Petugas Puskesmas misalnya, ketika mau menyampaikan sesuatu pada Pak Camat yang tinggal di luar Lindu, harus menitip surat pada tukang ojek. Petugas Puskesmas yang mau mengabarkan jadwal Posyandu pada bidan yang tinggal di dusun seberang danau, harus menitip surat pada pemilik perahu yang tiap hari mondar-mandir melayani penyeberangan.

Danau Lindu menjadi seperti pusat. Di sini lalu lintas cukup ramai. Orang-orang tinggal menyebar di berbagai desa yang mengelilingi danau. Di antaranya Desa Anca, Desa Tomado, Desa Langko, Desa Puroo, Desa Lembosa, Desa Olu, Desa Sangali, Desa Kangkuro dan Desa Wongkodono. Orang-orang yang tinggal di dusun-dusun di desa seberang itu kebanyakan adalah petani dan nelayan. Mereka menyeberang danau untuk mengirim hasil panen atau ikan tangkapan ke pasar yang berada di pusat kota Palu. Atau sering kali juga banyak pengumpul atau pedagang dari kota yang menyeberang danau untuk membeli hasil panen para petani dan ikan tangkapan nelayan itu untuk dijual kembali. Mobilitas warga ini terasa benar pada jam-jam penyeberangan di danau. Peran tukang ojek menjadi sangat penting. Di dermaga pada jam-jam penyeberangan, tukang ojek menunggu penumpang yang akan memakai jasanya untuk mengirim hasil panen ke kota.

Orang-orang di dusun-dusun yang jauh juga harus menyeberang ketika keadaan mengharuskannya pergi ke Puskesmas satu-satunya yang terletak di Kecamatan Lindu. Demikian juga anak-anak mereka yang melanjutkan pendidikan tingkat atas di Kota Palu, juga harus melakukan penyeberangan. Di Lindu hanya ada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Untuk melanjutkan sekolah tingkat atas, anak-anak Lindu harus pergi ke Palu. Mereka pada umumnya yang melanjutkan sekolah menengah atas di Palu, tinggal bersama kerabat di Palu, atau tinggal di rumah sewaan.

***

Pulang sekolah, banyak anak bermain perahu di danau. Anak-anak naik perahu kecil yang biasa disebut ketinting. Tangan-tangan kecil mereka lincah mendayung. Mereka gembira dengan aktivitasnya. Anak-anak remaja naik perahu dengan santai, menjaring ikan sambil asyik mendengarkan musik yang diputar dari tape berukuran kecil. Seperti suatu siang terdengar lirik lagu dari sebuah perahu, ‘… suara, dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku, aku di sini menunggunya, masih berharap di dalam hatinya….’

Di sini aturan adat masih cukup berpengaruh. Ketua adat mengatur tata cara pergaulan, pernikahan, kelahiran, kematian, juga tentang menjaga lingkungan. Kearifan lokal mengajarkan untuk menjaga kebersihan danau, di antaranya tidak boleh cuci tangan di danau setelah makan. Namun masih ada pemandangan seorang ibu mencuci panci di danau, dan seorang pria melempar puntung rokok ke danau.

Danau Lindu merupakan sumber kehidupan bagi warga sekitar. “Di sini tidak ada orang kelaparan. Kalau tidak punya makanan, pergi saja ke danau untuk mencari ikan,” kata Sujarno Rema Kepala Desa Anca.

Setiap hari orang-orang di sini makan nasi dan ikan mujair. Ikan mujair itu ada kalanya digoreng, ada kalanya dibakar. Ada kalanya dimasak dengan kuah. Mereka menyebut ikan mujair berkuah sebagai sayur.

Suatu ketika seseorang bertanya pada seseorang yang lainnya yang sedang berada di danau. “Lagi apa?”

“Lagi mencari sayur,” jawabnya.

***

Lindu belum tersentuh listrik. Pada malam hari, orang-orang menyalakan lampu teplok menggunakan minyak tanah. Sebagian lagi menyalakan lampu dengan genset. Kawasan ini seperti terisolir dari dunia luar. Jauh dari jalan yang bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Dari ujung jalan raya Desa Sidaunta, di satu-satunya jalan menuju Danau Lindu yang berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Lore Lindu, biasanya mangkal tukang ojek yang siap mengantar siapa saja yang mau ke atas, begitu sebutannya. Karena Lindu berada di dataran atas atau pegunungan.

Jalan menuju Lindu tidaklah lurus mendatar. Jalannya ekstrim, lebarnya tidak sampai satu meter di antara jurang menganga dan tebing curam yang rawan longsor. Alurnya naik turun dan berliku-liku, pada titik-titik tertentu kondisinya berbatu, berlubang, berlumpur. Bagi orang yang baru pertama kali ke sini, satu setengah jam terguncang-guncang di atas motor bisa terasa sangat lama dan menegangkan.

Namun orang-orang yang sudah terbiasa melewati jalan ini, mereka terlihat sangat tenang.

“Dulu kami pakai kuda sebelum ada kuda Jepang,” cerita Sukiman, tukang ojek. Dia menyebut motor dengan istilah kuda Jepang, karena umumnya motor yang dipakai penduduk di sini adalah motor keluaran Jepang.

“Sekarang kuda dipakai untuk mengangkut hasil panen,” lanjut Sukiman.

Dengan kuda Jepang, tukang ojek bisa melakukan berbagai “akrobat” mencengangkan. Bisa mengangkut lemari berukuran besar, bahan material untuk membuat bangunan, spring bed, pipa-pipa panjang, dan lain-lain.

“Kalau angkut lemari super besar, ongkos angkutnya bisa sampai 700 ribu rupiah,” cerita Sukiman.

Sukiman sudah seperti prajurit yang siap perang. Memakai sepatu boot setinggi lutut. Ban motornya berdesain khusus untuk menghadapi medan yang garang. Ganti ban tiga bulan sekali. Ganti oli seminggu sekali.

Namun tidak semua hal bisa ditangani kuda Jepang. Dalam keadaan darurat misalnya ada warga sakit parah, dirujuk ke rumah sakit di Palu, tidak bisa dibonceng motor. Orang-orang menandu si sakit dengan berjalan kaki. Bukan hanya keluarga inti saja yang mengantar, banyak warga yang refleks turut mengiringi. Dan mereka bergantian menandu yang sakit sampai jalan raya di Desa Sidaunta untuk kemudian dipindahkan ke ambulans Puskesmas menuju rumah sakit di Palu.

***

Ikuti perjalanan ini selengkapnya dalam buku Kisah Tujuh Penjuru yang ditulis oleh Wisnu Nugroho, Arimbi Bimoseno, dan Tim Pencerah Nusantara.

 

 

Editor’s Note

Tentang pengabdian anak-anak muda yang peduli perbaikan kesehatan masyarakat di tujuh penjuru. Yaitu di Kelay, Lindu, Ende, Pakisjaya, Ogotua, Sikakap, dan Tosari.

216 pages

Published September 30th 2014 by Penerbit Buku Kompas

ISBN13                                    9789797098667

edition language                       Indonesian

Arimbi Bimoseno’s Books

Telah Terbit: Buku Alien Terakhir

 

Oleh: Benny Rhamdani

Siang ini saya mendapatkan satu buku anak-anak berjudul Alien Terakhir. Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung Fiksiana Community. Saya bernapas lega, akhirnya buku ini terbit setelah lebih dari setengah tahun menunggu, lantaran antrean terbit buku yang panjang.

Yang belum tahu infonya, buku ini terbit melalui seleksi lewat ajang  Festival Fiksi Anak (FFA) tahun lalu di Kompasiana. Pesertanya, ada yang sudah menulis buku anak bejibun, banyak pula yang pemula. Jam terbang memang tidak bisa dibohongi, kebanyakan yang lolos memang yang sudah terbiasa menulis cerita anak. Lantaran ‘aura’ penulisan cerita anak sedikit berbeda dengan menulis fiksi lainnya. Terutama menulis dengan sudut pandang anak.

Pemilihan Cover Story

Sejak awal, saya sudah jatuh hati dengan naskah peserta Ita Fauziah  dengan judulAlien Terakhir.  Judulnya tidak terlalu panjang, namun bikin penasaran. Itu sebabnya saya kemudian mengangkatnya menjadi cover story (judul utama di kaver buku).

Alien Terkhir berkisah tentang Ben dan Rhea yang tiba-tiba mengalami kejutan demi kejutan, seperti  disapa bunga, mendengar kelinci bicara dan keanehan lainnya.Yang bikin  menarik karena ada kejutan di akhir cerita (surprise ending). Dibandingkan naskah-naskah lain yang terbilang normatif, saya memberi nilai tinggi untuk ide cerita dan plotnya. Apalagi pesan moral yang disampaikan tidak  terasa menggurui. Meskipun dari sisi penggarapan ide (baca: penulisannya) masih terbilang belum matang karena bertebarannya kalimat tidak efektif .

Keunikan lainnya, di buku ini bertaburan tokoh-tokoh lain yang bukan manusia. Ya, namanya juga genre fantasi, jadi pensil pun di sini bisa bicara seperti manusia seperti dalam cerita Cita, Pensil, dan penghapus karya Arimbi Bimoseno. Tapi saya paling suka tokoh fantasi sawi dalam cerita Penyesalan Mimi Sawi karya Rahab Garendra. Keunikan karakter, mendorong saya untuk membaca terus ceritanya.

Dua penulis cerita anak yang sudah malang melintang di dunia perbukuan seperti Firma Sutan (Bantal Ajaib untuk Raja), dan Wylvera W (Serbuk Ajaib Tiko Kelinci) sungguh membuat kegembiraan tersendiri untuk saya.  Setidaknya, bagi penulis pemula lainnya dapat belajar cara menyusun kalimat-kalimat yang lebih efektif di dalam cerita ank.

Buku ini juga dikejutkan dengan satu peserta penulis cilik Sellyn yang masih duduk di bangku SD. Sellyn dengan gaya khas anak-anak sangat khas menulis tentangRatu Peri dan Jam Weker Shabby. Amat terasa, jika anak-anak menulis genre fantasi, maka fantasinya akan melompat-lompat ke sana kemari, namun untungnya bisa dikendalikan dengan baik.

Insya Allah buku yang dihiasi ilustrasi berwarna oleh TOR STUDIO ini akan terbit seminggu lagi. Juga akan disusul dengan buku berikutnya dari penulis Fiksiana Community, berjudul Hantu Siul.

Nah, sekarang saya ingin sekali kedua buku tersebut diluncurkan, walaupun secara sederhana.  Kira-kira menarik nggak ya?

Editor’s Note
15 cerita fantasi anak persembahan 15 penulis.

116 pages

Published August 2014 by Mizan
ISBN13                                    9786022424406
edition language                       Indonesian
.
.

Telah Terbit: Buku Jokowi Rapopo Jadi Presiden

Buku JOKOWI Rapopo Jadi Presiden

Jokowi telah membukakan mata, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Wong ndeso, tidak ganteng, tidak gagah, tidak kaya, bukan darah biru, jauh dari ciri-ciri yang biasa dilekatkan pada sosok seorang idola.

Zaman memang telah berubah.

Keterbukaan di era teknologi informasi membuat banyak orang memiliki akses yang lebih luas untuk melihat dan menilai secara langsung kualitas para pejabat publik. Banyak orang menjadi sadar politik dan memilih pemimpinnya dengan pertimbangan-pertimbangan rasional.

Pemilihan Presiden 2014 membuktikan, kualitas hati dan pemikiran Jokowi dalam membangun sebuah bangsa telah membuat banyak orang jatuh cinta hingga memilihnya untuk memimpin Indonesia.

Dan membicarakan Jokowi, tak lengkap tanpa menyinggung Ahok – pejabat publik dengan gaya bicara yang ajaib.

Pemilihan Presiden 2014, selain menerbangkan Jokowi ke puncak tangga tertinggi kepemimpinan nasional, sekaligus juga menerbangkan Ahok ke puncak tangga tertinggi kepemimpinan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ahok telah menembus tradisi yang tidak lazim, bahwa orang dari ras minoritas, dari agama minoritas, bisa menduduki jabatan politis yang demikian strategis, memimpin ras mayoritas dan agama mayoritas.

Jokowi dan Ahok telah menumbuhkan semangat baru, bahwa politik tidak selalu kotor, bahwa politik tidak selalu buruk. Bahwa politik hanyalah salah satu jalan untuk mengambil peran dalam kehidupan. Baik-buruknya politik tergantung siapa yang menggunakannya, apakah niatnya baik ataukah sebaliknya. Dan kemampuan untuk menjaga niat baik itu terus-menerus dari waktu ke waktu.

Jokowi dan Ahok membuat banyak orang berani bermimpi. Bahwa siapa saja bisa menjadi apa saja yang diinginkan, tak peduli asalnya dari mana, tak peduli keadaannya bagaimana, tak peduli warna kulitnya apa, tak peduli agamanya apa. Lebih dari semua itu, kompetensi dan kredibilitas lah yang membuat segalanya menjadi mungkin.

Buku ini akan mengantar pembacanya menelusuri perjalanan yang telah dilewati Jokowi dan Ahok.

Selamat menyerap energi positif Jokowi dan Ahok.

 Editor’s Note

Buku untuk inspirasi anak muda dalam berjuang meraih mimpi.

238 pages

Published October 2014 by PT Kata Media – Puspa Swara Group

ISBN13                                    9789791478632

edition language                       Indonesian

Arimbi Bimoseno’s Books

Telah Terbit: Buku Pesawat Habibie

Buku Pesawat Habibie Sayap-sayap Mimpi Indonesia

Ketika Penerbit Puspa Swara meminta dibuatkan buku biografi Bacharuddin Jusuf Habibie, saya menyambut gembira. Tanpa berpikir, refleks saya mengiyakan. Menulis tokoh yang disukai memang jauh lebih mudah dan mengasyikkan, tak ada hambatan psikologis apapun.

Saya mengagumi banyak hal yang ada dalam diri BJ Habibie. Terutama semangatnya yang tidak mudah ditumbangkan dalam menjadikan Indonesia sebagai negara produsen pesawat terbang komersil.

Menjadikan Indonesia sebagai produsen pesawat terbang komersil? Bila melihat realitas yang ada dalam jangka pendek dan berpikir secara sempit dan dangkal, tampaknya memang jauh, terlalu jauh. Tapi, harus ada yang memulainya. Pada titik ini BJ Habibie mengambil peran. Dengan N-250, BJ Habibie telah menancapkan tonggak sejarah bahwa Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang mampu membuat pesawat terbang komersil.

Dan kini beberapa tahun kemudian setelah diguncang badai krisis politik dan ekonomi yang dahsyat, BJ Habibie kembali membuat gebrakan dengan R-80 penerus N-250.

Kagum pada semangatnya.

Ia tidak ikut patah bersama lepasnya kekuasaan dari genggaman.

Semangatnya tidak ikut mati bersama wafatnya sang istri yang begitu mengguncang kejiwaannya.

Habibie turun gunung dengan api mimpi yang terus terjaga dalam benaknya.

Saya tidak menutup mata, apa yang dilakukan Habibie tidak lepas dari kritik, caci-maki dan hujatan. Tapi dalam buku Pesawat Habibie Sayap-sayap Mimpi Indonesia, saya lebih senang melihat hal-hal baik dalam diri Habibie.

Sudah banyak buku tentang Habibie. Bahkan Habibie sendiri menulis dua buku, “Detik-detik yang Menentukan : Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” dan “Habibie & Ainun”. BJ Habibie tetap saja menarik untuk diperbincangkan. Dari sekian banyak predikat untuknya, ada yang menyebutnya manusia multi dimensi, tak heran jika selalu ada sisi menarik yang bisa digali lebih dalam dari dirinya.

Dalam proses penyusunan buku ini, saya sangat terbantu oleh berbagai literatur yang cukup melimpah.

Buku Pesawat Habibie Sayap-sayap Mimpi Indonesia merupakan apresiasi pada kegigihan BJ Habibie yang sedang proses mendesain R-80 menuju penerbangan menjelajahi nusantara dan dunia.

Dan terutama sekali, buku ini dipersembahkan untuk generasi muda, anak cucu intelektual BJ Habibie. Seperti diketahui, Habibie senang menyebut siapa saja yang lebih muda dan masih usia sekolah sebagai anak cucu intelektualnya.

Buku ini cocok dijadikan kado untuk anak-anak usia sekolah/kuliah dalam momen ultah, kenaikan kelas atau kelulusan. Cocok bagi siapa saja yang ingin mengenal BJ Habibie lebih dalam.

Selamat menyelam ke kedalaman samudera hati dan pikiran BJ Habibie.

Semoga mendapatkan kegelisahan baru yang produktif.

10989139_755103857919922_6325431702003533736_n

Editor’s Note
Buku inspirasi untuk anak muda dalam berjuang meraih mimpi.
 
384 pages
 
Published October 2014 by PT Kata Media – Puspa Swara Group
ISBN13                                    9789791478625
edition language                       Indonesian

Arimbi Bimoseno’s Books

 

Telah Terbit: Novel The Smiling Death

TB Gramedia Matraman Jakarta, 6 November 2013

Oleh: Erri Subakti

Proses penulisan novel ini diawali dengan brainstorming yang cukup alot tentang penokohan karakter-karakter di dalamnya. Kita sampai harus detil menggambarkan bentuk fisik, rupa, asal usul, kecilnya di mana, ayah ibunya keturunan mana, di mana mereka bertemu, sampai pada pertumbuhan tokoh-tokoh tersebut di mana sekolahnya.

Kolaborasi dua penulis yang berbeda latar belakang dan profesi ini menjadi menarik karena co-writer saya yang telah puluhan tahun bergelut di dunia media dan kepenulisan telah biasa dengan target-target tertentu dalam menulis. Target jumlah kata, jumlah halaman, deadline sampai pembuatan outline naskahnya.

Sementara saya sebagai penulis rekreatif, menulis hanya mengandalkan nikotin dan cafein di tengah-tengah malam, bengong-bengong dengan laptop menyala, berharap ‘ruh’ dari tokoh-tokoh yang saya ceritakan mampir ke dalam otak saya. Kadang sampai ketiduran inspirasi itu gak datang juga. Baru setelah paginya inspirasi melanjutkan naskah tulisan hadir untuk dituangkan.

Sementara di ujung sana co-writer saya sudah teriak-teriak menagih naskah seperti dikejar-kejar deadline. “Seniman sinting” itu sebutannya kepada saya. Kami menargetkan penyelesaiannya selama 2 bulan, Februari sampai akhir Maret.

Setelah rampung naskah ini sempat tidak digubris atau ditolak beberapa penerbit. Tapi ahamdulillah hanya 2 minggu dikirim ke Elex Media Komputindo, kami mendapat jawaban positif.

Dan kini “Senyuman Berbisa” telah bertengger di rak-rak buku toko Gramedia di kota Anda.

Terimakasih untuk berbagai pihak yang turut mewujudkan novel ini hingga terbit. Trims untuk para pembaca setia, komentator atas masukan dan kritiknya pada cerita ini saat pertama kali dirilis di Kompasiana.

maple40

Editor’s Note
Sebuah novel romance berbalut misteri dan filosofis. Penulis berani mengajak pembacanya mendalami lebih jauh karakteristik dan hubungan antar tokoh.

Paperback, 248 pages
Published October 30th 2013 by Elex Media Komputindo
ISBN13                                          9786020224046
edition language                             Indonesian
 .
 .

Telah Terbit: Buku Karma Cepat Datangnya

Buku Karma Cepat Datangnya terbit 27 Juni 2012

Hari-hari terus berjalan. Waktu terus berputar. Peristiwa demi peristiwa terjadi, peristiwa kecil maupun besar. Kesalahan-kesalahan kecil, kesalahan-kesalahan besar, penyesalan-penyesalan kecil, penyesalan-penyesalan besar. Hal-hal kecil kadang terabaikan, setelah sesuatu yang buruk menjadi besar terasa demikian mengejutkan. Adakah waktu untuk memeriksa yang kecil-kecil, sehingga sesuatu yang buruk tidak perlu menjadi besar. Sebaliknya, hal-hal kecil yang baik bisa dipupuk terus dengan kesadaran sehingga diri tumbuh menjadi pribadi yang besar.

Orang satu sama lain bercermin. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di sekitar kita adalah cermin. Semua catatan dan cerita yang terangkai dalam buku ini adalah cermin yang bertebaran dimana-mana, untuk diambil pelajarannya. Catatan dan cerita dalam buku ini menunjukkan bahwa karma cepat datangnya. Karma itu bisa berupa keuntungan atau kerugian tergantung apakah yang ditanam adalah kebaikan atau keburukan.

Buku ini membawa pembaca untuk lebih teliti memeriksa hidupnya, dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun dan seterusnya. Mengajak pembaca untuk melihat kehidupan secara utuh, bahwa perhitungan atas segala perilaku baik-buruk terjadi saat ini juga, bukan setelah mati.

Bila surga adalah damai, tidak mungkin damai hati seseorang ketika melakukan hal kecil atau hal besar yang bertentangan dengan nurani. Bila ada orang yang melawan nurani dan berkata dami, sesungguhnya itu perkataan itu palsu. Tak ada dusta dalam hati. Hati tak bisa menipu diri sendiri. Hati itu disinari cahaya sehingga yang salah tampak salah, yang benar tampak benar.

Anda bisa membuat buku semacam ini, berupa catatan harian tentang apa yang dilihat dan dirasa lalu dipelajari. Segala yang dibutuhkan manusia sudah terhampar di langit dan di bumi, manusia bebas memilih hidupnya mau dibawa kemana. Mau hidup tidak damai dengan mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil lalu menerima karma-karma buruk yang kecil yang mengantarkan pada karma buruk yang besar, atau mau hidup damai dengan menghindari kesalahan-kesalahan kecil lalu menerima karma-karma baik yang kecil yang mengantarkan pada karma baik yang besar.

Jangan abaikan hal kecil, sebab hal besar berasal dari hal kecil.

Timeline_Cover_doNotRename73

Editor’s Note
Self development book – membangun diri untuk menciptakan karma yang indah dalam hidup.

204 pages

Published June 27th 2012 by PT Elex Media Komputindo
ISBN13                                    9786020028224
edition language                       Indonesian
.
.