Belajar Menulis Novel pada Roth

12046800_709402412526619_3807520874553569375_n (1)

foto dok. pribadi

DIVERGENT, INSURGENT, ALLEGIANT, FOUR

Dilihat dari segi apa pun, novel ini ok banget. Terutama ide ceritanya, saya suka. Orisinil. Jalinan konflik yang dbangun luar biasa, mengalir deras dari buku satu sampai buku empat. Membacanya serasa sedang berarung jeram.

Begitu membuka halaman pertama, kita diajak masuk ke dalam kehidupan Tris, gadis 16 tahun yang sedang mencari jati diri. Menyusuri halaman demi halaman dari buku satu sampai buku empat, rasanya seperti menyusuri ke kedalaman diri sendiri. Apakah kita lebih dominan murah hatinya seperti faksi abnegation. Apakah kita memiliki keberanian setangguh faksi dauntless. Ataukah kita dominan jujurnya seperti faksi candor. Ataukah kita secerdas kaum intelektual seperti faksi erudite. Ataukah kita cinta kedamaian seperti faksi amity. Atau ada keseimbangan unsur-unsur karakter tersebut dalam diri kita seperti divergent. Atau kita lemah dalam semua unsur karakter tersebut hingga masuk kategori factionless. Dimanapun posisi kita, yang pasti tak seorang pun bisa lepas dari yang namanya risiko.

Karya Veronica Roth ini (sejauh ini) merupakan kiblat saya dalam menulis novel serial. Sambil menyelami jalan cerita tokoh-tokoh di dalamnya, saya mempelajari teknis penulisannya. Bagaimana mengenalkan tokoh-tokoh. Bagaimana menunjukkan karakter tokoh melalui dialog. Bagaimana menarasikan setting. Bagaimana menciptakan konflik demi konflik beserta penyelesaiannya. Bagaimana memberikan risiko pada setiap pilihan hidup si tokoh. Bagaimana membuat plot yang runut dan bagaimana agar terdapat benang merah satu kesatuan yang padat dari buku pertama sampai buku terakhir. Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Saya bersimpati pada tokoh utamanya, Tris dan Four. Mereka pasangan yang setara. Sampai sekarang masih sedih karena pada akhirnya Tris dibuat meninggal.

Tapi walau bagaimana pun, gak nyesel baca novel ini. Keren abis. Bintang lima deh (y) (y) (y) (y) (y)

11850758_933501676696094_4844333445241599395_o

Keep Calm and Write a Novel

22.Membaca Ulang dalam Proses Editing21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing |16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop| 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi| 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline|8.Timeline |7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan |5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending|2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

One thought on “Belajar Menulis Novel pada Roth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s