Seni Menulis Novel: Learning by Doing

 

http://www.dreamstime.com/stock-photography-image31268322

Foto ilustrasi : dreamstime

Walaupun jatuh bangun ratusan kali, bayi tidak pernah bosan belajar berjalan. Dan ketika belajar berjalan, bayi itu bawaannya senang.

Kegigihan bayi itu bisa dicontoh dalam belajar menulis novel.

Tidak ada orang yang ujuk-ujuk jago menulis novel.

Dan menulis novel pun tidak ada yang ujuk-ujuk langsung bagus.

Saya memeriksa tulisan lama yang saya maksudkan sebagai novel. Saya geleng-geleng sendiri dalam hati. ‘Pantas saja ditolak penerbit, ya jelek begini,’ batin saya.

Bukan berarti saya merasa tulisan saya sekarang sudah bagus. Tapi saya lihat-lihat, ya agak lumayan lah dibanding yang dulu.

Ternyata ini semua adalah tentang proses. Belajar sambil bekerja (learning by doing).

Seburuk apa pun tulisan lama itu, saya menghargainya. Sebab tanpa tulisan itu, saya tidak mungkin sampai pada kualitas tulisan yang sekarang. Dan bagaimanapun kualitas tulisan saya yang sekarang, saya juga menghargainya, sebab tulisan yang sekarang akan membawa saya pada kualitas-kualitas lanjutan yang saya belum ketahui.

Dengan menulis dan terus menulis dari waktu ke waktu, kita akan menghadapi beragam persoalan, di antaranya bagaimana sih memilih dialog yang kuat, bagaimana sih seting yang menarik, bagaimana sih menghidupkan banyak tokoh dengan karakter beda-beda, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dengan terus latihan menulis, pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab sendiri nantinya.

Dan pastikan bahwa apa yang kita tulis itu menyenangkan buat kita sendiri. Kita menyukai jalan cerita yang sedang kita tulis itu, sehingga kita tidak bosan untuk menyelesaikannya.

Menulis novel itu perjalanan panjang. Membutuhkan kesabaran dan ketenangan.

Dan sepanjang apa pun perjalanan itu, bila kita mencintai apa yang kita kerjakan, ada saatnya nanti sampai juga pada tujuan, sampai garis finish.

Menulis, semua orang bisa menulis. Tapi menulis yang terus-menerus menulis tidak peduli musim hujan atau kemarau, di dalamnya pasti tersimpan komitmen yang kuat dan passion yang besar.

Tetap semangat dan salam menulis.

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s