Novel Ditolak Penerbit Itu Menyakitkan, Jenderal! Benarkah?

 

14300381441532359929

Boyke Abdillah berkata di sini, “Saya pernah mencoba bikin novel. Lamanya 2 tahun. Selama itu, saya mencoba untuk merevisi berkali-kali, mengedit berkali-kali, mencari kalimat yang pas, adegan yang pas dan menjaga kontinuitas cerita agar tak membosankan. Setelah jadi, saya coba sodorkan pada orang terdekat untuk dikritisi, katanya sih menarik. Tapi saat dikirim ke penerbit, eh ditolak. Nyesek rasanya. Semangat jadi kendor. Akhirnya jadi malas bikin novel lagi.”

Perkataan Boyke itu menginspirasi lahirnya catatan ini.

Memang setiap penulis itu memiliki jalan cerita hidupnya masing-masing. Kalau ada yang merasa sakit karena novelnya ditolak penerbit, ya tidak ada yang bisa melarangnya.

Tapi, pengalaman beberapa penulis berikut ini (bagi yang belum pernah membacanya), barangkali bisa meredakan perasaan sakit atau nyesek itu.

Memang ini tak lebih dari kumpulan informasi, kitalah yang bisa menjadikannya “sesuatu” jika kita mau.

Novel best seller yang pernah ditolak penerbit:

1. Dune karya Frank Herbert – 13 penolakan

2. Harry Potter and the Philosopher’s Stone karya J.K Rowling– 14 penolakan

3. Auntie Mame karya Patrick Dennis – 17 penolakan

4. Jonathan Livingston Seagull – 18 penolakan

5. A Wrinkle in Time karya Madeline L’Engle – 29 penolakan

6. Carrie karya Stephen King – lebih dari 30 penolakan

7. Gone With the Wind karya Margaret Mitchell – 38 penolakan

8. A Time to Kill karya John Grisham – 45 penolakan

9. The Help karya Kathryn Stockett – 60 penolakan

Penolakan yang dialami para penulis hebat sebelum karya pertama mereka terpublikasikan:

1. Louis L’Amour, penulis lebih dari 100 novel – mendapatkan lebih dari 300 penolakan sebelum mempublikasikan buku pertamanya.

2. John Creasy, penulis 564 novel misteri – 743 penolakan sebelum mempublikasikan buku pertamanya.

3. Ray Bradbury, penulis lebih dari 100 novel dan cerita science fiction – mendapatkan sekitar 800 penolakan sebelum menjual cerita pertamananya.

4. The Tale of Peter Rabbit karya Beatrix Potter – ditolak oleh semua penerbit yang dikiriminya, sehingga dia memutuskan untuk menerbitkan sendiri karyanya.

Banyak keajaiban juga terjadi di dalam negeri. Sebut saja pengalaman Aya Lancaster. Novelnya, Chronicles of The Fallen: Rebellion ditolak beberapa penerbit lokal. Ajaibnya, novel itu justru mampu menembus jantung hati penerbit internasional, diterbitkan di Inggris dan diedarkan di kawasan Eropa.

Cerita di atas hanya sebagian contoh saja. Kalau masih kurang, bisa menelusuri sendiri melalui mesin pencari google. Di sana, data semacam itu melimpah.

Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa ditolak itu hal biasa. Semua penulis pasti pernah mengalaminya. Ditolak bukan alasan untuk patah semangat. Ditolak tidak selalu berarti bahwa karya kita itu jelek. Bisa saja belum bertemu penerbit yang segmentasinya pas. Seperti novel The Smiling Death (TSD). Sebelum diterbitkan Elex Media Komputindo, TSD ditolak dua penerbit. Saya tidak tahu alasan pastinya. Tapi, saya amati novel-novel terbitan dua penerbit yang menolak TSD itu, kebanyakan novelnya untuk segmen remaja, sedangkan TSD adalah novel dewasa. Dan hal itu dibenarkan oleh pemilik salah satu penerbitan tersebut.

Jadi…

Tetap semangat menulis

Asyik-asyik aja 🙂

*Sumber data: Novel Best Seller yang Sempat Ditolak | 60 Kali Ditolak | Ditolak Penerbit Lokal, Sukses di Pasar Internasional

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s