Hujan dan Kemarau

 Foto Ilustrasi: https://www.facebook.com/DogaHayattir

Hujan, kamu dirindukan tanaman di tepi jalan
Juga dinantikan oleh pohon-pohon di hutan
Kamu juga ditunggu Pak Tani di persawahan

Hujan, kamu juga menakutkan, kadang bagaikan teror tahunan
Bagi yang terancam kebanjiran, yang sistem pengairannya tak mapan
Yang tak kunjung dibetulkan, dari zaman ke zaman

Hujan bertanya, mengapa rawa-rawa dijadikan daratan
Tak cukupkah daratan yang sudah dipersediakan
Tak berpikirkah bahwa aku butuh saluran

Hujan masih mempertanyakan
Mengapa ada manusia yang selalu saja merasa kekurangan
Tidak berpikirkah mereka tentang masa yang jauh di depan
Sebagian mereka merutukiku sialan sialan sialan sialan
Padahal tanpa aku, tak akan ada hidangan di meja makan

Hujan kemudian bercerita, baru saja ia berjumpa si kemarau
Kemarau bilang, jangan heran dengan suara manusia yang parau
Mereka memang hobi mengeluh tanpa berpikir, sukanya bergurau
Bertemu denganku, teriak-teriak kegerahan agar seluruh dunia hirau

Mendengar cerita si kemarau, hujan pun mengangguk-angguk

*********

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s