Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)

 

http://www.dreamstime.com/stock-photography-image31268322

Foto ilustrasi: dreamstime

Tokoh dan Karakter (Watak)

 

Tokoh

Seringkali tokoh disamakan dengan istilah karakter atau watak. Namun, sesungguhnya berbeda. Tokoh adalah para pelaku yang terdapat dalam sebuah fiksi, sedangkan karakter merujuk pada istilah watak yang berarti kondisi jiwa atau sifat dari tokoh tersebut. Jadi,  tokoh adalah pelaku yang berada dalam karya fiksi, sedangkan karakter atau watak adalah perilaku yang mengisi diri tokoh tersebut.

 

 

Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan

Tokoh dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Dikaji dari keterlibatannya dalam keseluruhan cerita, tokoh fiksi dibedakan menjadi 2, yaitu Tokoh Sentral (Utama) dan Tokoh Tambahan (Bawahan).

 

Tokoh Utama atau Tokoh Sentral (ada pula yang menyebutnya Tokoh Kompleks,Tokoh Dinamis, Tokoh Bulat, Tokoh Berkembang) yaitu tokoh yang seluruh segi wataknya diungkapkan. Tokoh ini sangat dinamis, banyak mengalami perubahan watak.

 

Tokoh Utama ini mengambil bagian terbesar dalam peristiwa cerita, dengan kata lain tokoh utama merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan. Volume kemunculan tokoh utama lebih banyak dibanding tokoh lain, sehingga tokoh utama biasanya, memegang peranan penting dalam setiap peristiwa yang diceritakan.

 

Tokoh Tambahan atau Tokoh bawahan (ada juga yang menyebutnya Tokoh Minor, Tokoh Statis, Tokoh Datar, Tokoh Sederhana) ini diungkapkan atau disoroti dari satu segi watak saja. Tokoh ini bersifat statis, wataknya sedikit sekali berubah, atau bahkan tidak berubah sama sekali.

 

Tokoh Bawahan ini dimunculkan sekali atau beberapa kali. Tokoh2 ini mendukung atau membantu tokoh sentral.

 

Peranan Tokoh2

Tokoh2 yang ada dalam karya sastra kebanyakan berupa manusia, atau makhluk lain yang mempunyai sifat seperti manusia. Artinya, tokoh cerita itu haruslah hidup secara wajar mempunyai unsur pikiran atau perasaan yang dapat membentuk tokoh2 fiktif secara meyakinkan sehingga pembaca merasa seolah-olah berhadapan dengan manusia sebenarnya.

 

Tokoh merupakan pelaku rekaan dalam sebuah cerita fiktif yang memiliki sifat manusia alamiah, dalam arti bahwa tokoh2 itu memiliki “kehidupan” atau berciri “hidup”. Tokoh memiliki derajat lifelikeness (kesepertihidupan). Karena karya fiksi merupakan hasil karya imajinatif atau rekaan, penggambaran watak tokoh cerita pun merupakan sesuatu yang artifisial, yakni merupakan hasil rekaan dari pengarangnya yang dihidupkan dan dikendalikan sendiri oleh pengarangnya.

 

Pengarang tidak seenaknya menciptakan dunia di luar logika para pembaca. Artinya pengarang memakai nama latar, peristiwa dan tokoh seperti keberadaannya  di dunia nyata. Penciptaan tokoh oleh pengarang harus benar2 seperti manusia.

 

Tokoh cerita juga menempati posisi strategis sebagai pembawa pesan, amanat, moral, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan pengarang. Bagaimana penulis menggambarkan karakter tokoh utama dalam novel sehingga watak2 tokoh sesuai dengan cerita tema, dan amanat yang ingin disampaikan pengarang.

 

Peristiwa dalam karya fiksi selalu dipengaruhi tokoh2 yang diceritakan dan mengalami kejadian keseharian. Tokoh2 yang diangkat sebagai pelaku jalannya cerita mengalirkan arus dan membawa cerita mulai dari awal, klimaks hingga akhir.

 

Fungsi tokoh utama sangat penting. Pembaca mengikuti alur cerita karena mengikuti gerak tokoh utama cerita. Setiap pengarang ingin menunjukkan tokoh2 yang ditampilkan dan secara tidak langsung ingin menyampaikan sesuatu dari tokoh2 yang ditampilkannya.

 

Jadi, tokoh merupakan karakter yang diciptakan pengarang berdasarkan sifat kemanusiaannya. Sebuah cerita tidak mungkin hidup tanpa adanya tokoh pemeran di dalamnya, karena pada dasarnya cerita adalah gerak dan laku dari tokoh. Tanpa ada pelaku yang melakukan perbuatan, segalanya tidak mungkin terjadi.

 

Peristiwa2 yang terjadi merupakan akibat dari gerak laku atau aksi tokoh2 dalam cerita. Peristiwa yang dimunculkan pengarang sangat dipengaruhi oleh munculnya tokoh dengan berbagai karakternya.

 

Tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami berbagai peristiwa cerita dan berfungsi sebagai penggerak cerita. Tokoh adalah orang yang mengambil bagian dan mengalami peristiwa, sebagaimana peristiwa yang digambarkan dalam sebuah alur. Dari pengertian tersebut, peranan tokoh sangat berpengaruh dalam perjalanan peristiwa dalam karya fiksi.

 

Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari selalu diemban tokoh2 tertentu. Pelaku

mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin

suatu cerita melalui tokoh2-nya.

 

 

Karakterisasi atau Perwatakan atau Penokohan

Sebelum karakter para tokoh itu diisi dengan sifat dan perilaku untuk menampilkan gambarannya secara jelas, terdapat proses yang disebut karakterisasi atau perwatakan atau penokohan. Karakterisasi adalah metode melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi.

 

Karakterisasi merupakan pola pelukisan image seseorang yang dapat dipandang dari segi fisik, psikis dan sosiologi.

 

Dari segi fisik, pengarang melukiskan karakter pelaku misalnya, tampang, umur, raut muka, rambut, bibir, hidung, bentuk kepala, warna kulit, dll.

 

Dari segi psikis, pengarang melukiskan karakter pelaku melalui pelukisan gejala2 pikiran, perasaan dan kemauannya. Dengan jalan ini pembaca dapat mengetahui bagaimana watak pelaku.

 

Dari segi sosiologis, pengarang melukiskan watak pelaku melalui lingkungan hidup kemasyarakatan.

 

Banyak teori atau metode dalam pembentukan karakterisasi ini. Penggambaran tokoh yang digunakan penulis dalam novel biasanya menggunakan Metode Diskursi (metode langsung) dan Metode Dramatis (metode tidak langsung).

 

Metode Diskurtif (Metode Telling)

Metode Diskurtif atau dengan cara langsung adalah cara yang ditempuh pengarang jika dia menggambarkan perwatakan tokoh2 secara langsung. Sama halnya dengan Metode Diskurtif,  ada juga orang menyebutnya Metode Telling, yakni mengandalkan pemaparan watak tokoh dari komentar langsung pengarangnya.

 

Melalui metode ini keikutsertaan atau turut campurnya pengarang dalam menyajikan perwatakan tokoh sangat terasa, sehingga pembaca memahami dan menghayati perwatakan tokoh berdasarkan paparan pengarang.

 

Karakterisasi melalui tuturan pengarang memberikan keluasan dan kebebasan kepada pengarang dalam menentukan kisahnya. Pengarang tidak sekadar menggiring perhatian pembaca terhadap komentarnya tentang watak tokoh, tapi juga mencoba membentuk presepsi pembaca tentang tokoh yang dikisahkannya.

 

Kelemahan dari metode ini adalah mempersempit partisipasi imajinatif pembaca, sedangkan kelebihan metode ini terletak pada kesederhanaan dan ekonomisnya.

 

Metode pemaparan karakter tokoh yang dilakukan secara langsung oleh pengarang biasanya digunakan dalam kisah2 rekaan zaman dulu sehingga pembaca hanya mengandalkan penjelasan yang dilakukan pengarang semata.

 

Metode karakterisasi melalui tuturan pengarang memberikan keluasan dan kebebasan kepada pengarang dalam menentukan kisahnya. Pengarang berkomentar tentang watak dan kepribadian para tokoh hingga menembus ke dalam pikiran, perasaan dan gejolak batin sang tokoh.

 

Metode Dramatis atau Metode Showing

Metode Dramatis atau Metode Showing atau dengan cara tidak langsung adalah pelukisan tokoh secara tidak langsung terhadap kualitas tokoh. Pengarang menempatkan diri di luar kisahnya dengan memberikan kesempatan kepada para tokoh lain untuk menampilkan perwatakan mereka melalui dialog percakapan dan tindakan serta tingkah laku tokoh.

 

Metode Dramatis atau Metode Showing ini mengabaikan kehadiran pengarang sehingga para tokoh dalam karya sastra dapat menampilkan diri secara langsung melalui tingkah laku mereka.

 

Pada metode ini, karakterisasi biasanya dilakukan melalui (1) pemberian nama, (2) dialog (lokasi dan situasi percakapan), (3) pemikiran tokoh, (4) pelukisan perasaan tokoh, (5) perbuatan tokoh, (6) pelukisan fisik, (7) pelukisan latar, (8) jatidiri tokoh yang dituju penutur; (9) kualitas mental para tokoh; (10) nada suara (tekanan, dialek, dan kosa kata), (11) tindakan para tokoh, (12) stream of consciousness atau arus kesadaran, (13) pandangan orang atau banyak tokoh terhadap tokoh lain.

 

Dengan metode ini, karakterisasi dapat melalui penggunaan nama tokoh, penampilan tokoh, dan tuturan pengarang. Penggunaan nama tokoh digunakan untuk memperjelas dan mempertajam perwatakan tokoh serta melukiskan kualitas karakteristik yang membedakannya dengan tokoh lain.

 

Faktor penampilan para tokoh memegang peranan penting dalam hubungannya dengan karakterisasi. Misalnya, pakaian yang dikenakannya atau bagaimana ekspresinya. Rincian penampilan memperlihatkan kepada pembaca tentang usia, kondisi fisik/kesehatan dan tingkat kesejahteraan si tokoh. Sesungguhnya perwatakan tokoh melalui penampilan tidak dapat disangkal terkait pula kondisi psikologis tokoh dalam cerita rekaan.

 

Metode perwatakan yang menggunakan penampilan tokoh memberikan kebebasan kepada pengarang untuk mengekspresikan persepsi dan sudut pandangnya. Secara subjektif pengarang bebas menampilkan penampilan para tokoh.

 

GOOD LUCK

 

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s