Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop

 

http://www.dreamstime.com/stock-photography-image31268322

Foto ilustrasi : dreamstime

Menulis novel, idealnya dilakukan secara ajek setiap hari, dan minimal mampu menggoreskan 2000 kata setiap hari juga. Namun, situasi dan kondisi tidak selalu dalam keadaan ideal. Kalau mood menulis lagi ngedrop, entah karena pikiran tersita untuk kesibukan lain atau apa, ya sudah terima saja.

Namun sebenarnya, seorang penulis tidak akan pernah kekurangan pekerjaan. Dalam situasi dan kondisi yang tidak ideal seperti itu- mood menulis lagi ngedrop– waktu bisa dimanfaatkan untuk memeriksa tulisan-tulisan lama. Nanti akan ketahuan, sejauh apa sih perkembangan diri sendiri dalam menulis, apakah jalan di tempat atau sudah ada kemajuan.

Tulisan-tulisan lama yang dipikir kurang disana-sini, bisa disempurnakan. Dengan demikian, seorang penulis juga otomatis belajar menjadi editor. Pengembangan kemampuan diri tentu baik. Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan datang. Tapi yang pasti, yang namanya keberuntungan adalah bertemunya kesiapan diri dan kesempatan.

Maka, belajar terus. Menulis terus seperti sedang bermain, jadi rasanya menyenangkan.

Kalau mood menulis lagi ngedrop, itu juga waktu yang bagus untuk membaca novel dari pengarang favorit kita. Atau membaca novel yang genrenya setipe dengan genre yang sedang kita bangun. Misalnya saya lagi bikin novel thriller, saya baca potongan novel No Other Option terjemahan Boyke Abdillah. Dari situ saya mempelajari struktur tulisan, termasuk detil.

Salah satu ciri novel best seller adalah novel yang jika difilmkan akan seru. Nah, dari potongan novel No Other Option itu, terbaca detil visualisasi tokoh, karakter dan setting. Detil itu akan memudahkan pembuatan naskah skenario ketika novel akan dibuatkan versi filmnya.

Itu saja.

Jangan pernah kehilangan harapan.

Tetap semangat dan salam menulis.

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s