Sekuntum Kamboja untuk Kita

Foto Ilustrasi: orange flowers community

 

Aku kamu berbeda, tapi mengapa kita saling cinta?

Memang begitu takdirnya cinta.

Takdir cinta?

Aku kamu serupa siang dan malam. Aku kamu serupa langit dan bumi. Aku kamu serupa kehidupan dan kematian. Aku kamu serupa energi positif dan energi negatif. Kita berbeda, bertolak belakang, namun kita ditakdirkan sebagai pasangan.

Seperti kamu menarikku ke ruang ramai, dan aku menarikmu ke ruang sunyi?

Tepat sekali. Kamu membuatku tidak terlalu keasyikan berjalan-jalan di luar. Dan aku membuatmu tidak terlalu keasyikan berjalan-jalan di dalam.

Lalu, apa hubungannya dengan kamboja putih oranye itu?

Ya itulah kita. Bila putih adalah lonceng kematian, oranye serupa warna sinar matahari adalah lonceng kehidupan.

Tapi, mengapa kadang aku merasa sedih?

Apakah kita punya alasan untuk sedih? Apakah kita meminta dilahirkan? Kita tidak meminta dilahirkan, tahu-tahu kita dilahirkan, dihidupkan, diberi kehidupan. Pada saatnya lonceng kematian berdentang, itu semata siklus alamiah belaka. Jangan sedih. Tidak ada yang patut disedihkan. Kita dipersatukan untuk saling menguatkan.

*********

2 thoughts on “Sekuntum Kamboja untuk Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s