Tak Ada Lagi Hijau Daun atau Kuning Daun

Foto Ilustrasi: fourseasons community

Lihat. Salju itu membuat segalanya tampak sewarna, serasa. Tak ada lagi hijau daun atau kuning daun. Ranting besar dan ranting kecil pun tampak serupa.

Iya, aku melihatnya. Terus, apa yang kamu tangkap dari itu semua?

Salju itu mengingatkanku pada ungkapan ‘melampaui dualisme’.

Dualisme?

Sedih-gembira. Kecewa-lega. Marah-sabar. Itulah sedikit contoh mengenai dualisme. Salju meratakan dualisme itu.

Mati rasa?

Bukan mati rasa, tapi seperti rasa air putih, tawar. Bila kita bisa seperti salju itu yang kemudian mencair bagaikan air putih yang mengalir, kita akan damai selamanya, tak peduli dalam suka maupun duka.

Bagiku, itu baru sebatas cita-cita. Buktinya, aku masih bisa sedih ketika aku berpikir kamu menjauhiku. Aku masih bisa kecewa ketika kamu datang tidak tepat waktu. Aku masih bisa marah ketika sikapmu tidak sesuai inginku.

Setidaknya kamu punya cita-cita itu.

*********

Advertisements

2 thoughts on “Tak Ada Lagi Hijau Daun atau Kuning Daun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s