Horizon di Ujung Senja

Foto Ilustrasi: orange flowers community

Kamu lebih suka menyebutnya jingga atau oranye?

Dua-duanya tidak masalah bagiku, karena keduanya merujuk pada satu hal, perpaduan warna merah dan kuning, energi di antara kehidupan dan kematian.

Kamu menyinggung kehidupan dan kematian lagi.

Bila merah adalah aliran darah, dengan itu kehidupan berjalan. Bila kuning adalah detik waktu tak lagi bergerak, dengan itu kehidupan berhenti. Jingga tidak sepanas merah, tidak sedingin kuning. Jingga melenturkan kekakuan, menciptakan keakraban, menggerakkan daya cipta seni dalam kehidupan.

Ia juga mengingatkan kita pada matahari.

Ya. Matahari yang tak pernah lelah menyapa pagi. Ia juga mengingatkan pada jus jeruk yang menemani kita saat menatap horizon di ujung senja.

*********

Advertisements

One thought on “Horizon di Ujung Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s