Seni Menulis Novel: Timeline

 

http://www.dreamstime.com/stock-photography-image31268322

 Foto ilustrasi: dreamstime

Ada seorang novelis menyelesaikan satu novelnya dalam waktu sebulan, bahkan ada yang tiap bulan menghasilkan satu novel. Ada pula seorang novelis menyelesaikan satu novelnya dalam waktu setahun. Yang perlu ditanyakan untuk novelis pertama, tiap bulan satu novel itu dalam rentang waktu kapan sampai kapan, terus untuk novelis kedua setahun satu novel itu apakah secara maraton menulis setiap hari, atau memulai di awal tahun kemudian break entah untuk urusan apa kemudian menuntaskannya di akhir tahun sehingga disebut novelnya selesai dalam setahun.

Sebetulnya saya ingin mengatakan bahwa masa produktif menulis tiap orang itu bisa jadi beda, masing-masing penulis sendiri yang bisa mengenali kekuatan dan kelemahan di dalam dirinya.

Tidak ada seorang pun yang bisa memaksa kita menulis kecuali kita sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa mendisiplinkan kita kecuali kita sendiri. Itulah mengapa penting bagi seorang penulis novel membuat timeline untuk mengetahui perkembangan (progress) tulisan kita sendiri dari waktu ke waktu. Timeline yang juga memuat masa kerja dan batas akhir akan menunjukkan pada kita, sejauh mana kita telah mampu menepati komitmen yang kita buat untuk diri kita sendiri. Kalaupun masa kerjanya molor, butuh waktu lebih dari rencana semula, juga akan ketahuan berapa lama molornya dan dengan alasan apa. Semua tercatat dan bisa menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kemampuan menulis kita ke depannya.

Contoh timeline proses kreatif novel yang dibuat di Kompasiana (menyusul – ada kendala teknis saat memasukkan data berupa tabel)

Tiap orang menulis mungkin dengan motivasi dan tujuan tidak persis sama satu dengan yang lain. Walau demikian, tautan link Penulis Terkaya di Indonesia dan Penulis Terkaya di Dunia ini mungkin berguna bagi Anda yang sedang membangun tangga untuk menjemput impian menjadi seorang novelis. Apa yang kita bisa pelajari dari mereka, penulis terkaya di Indonesia dan penulis terkaya di dunia? Jawaban atas pertanyaan ini penting bagi yang  serius menjadikan penulis novel sebagai jalan hidup. Kesannya money oriented? Tidak juga! Kalaupun iya, itu juga bukan sesuatu yang salah. Yang pasti, untuk sesuatu yang serius tidak mungkin bisa kalau alasannya hanya sekadar uang.

Salam Menulis dan Bahagia.

 

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s