Seni Menulis Novel: Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang

http://www.dreamstime.com/stock-photography-image31268322

Foto ilustrasi: dreamstime

Bagi penulis yang menentukan posisinya pada spesialisasi tulisan fiksi, barangkali pada awal menuju jalan ini pernah terbersit pertanyaan dalam benak, ‘Kok aku nggak bisa menulis panjang ya,’ atau, ‘Kok baru menulis sedikit saja rasanya sudah terengah-enggah, sudah capek, ingin cepat-cepat sampai di ending, gimana ya caranya supaya bisa menulis panjang?’

Setidaknya pertanyaan-pertanyaan itu pernah terbersit dalam benak saya, dan saya merasa perlu membuat catatan ini. Sebagai pengingat bahwa, oh ya ternyata saya pernah lho melewati masa itu. Pada saat itu saya merasa hanya mampu menulis pendek saja, saya berpikir oh mungkin memang di sinilah tempat saya, tulisan pendek-pendek saja, oke saya terima dan nikmati itu, kemudian saya meluncurkan catatan berjudul ‘Menulis dengan Gaya Zen’.

Pada saat bermain-main di area tulisan bertipikal pendek-pendek, buat saya yang penting ketika pesan yang saya ingin sampaikan itu sudah masuk ke dalam tulisan, sudah cukup. Saya rasakan waktu itu, saya cepat capek dan terengah-engah, baru menulis beberapa paragraf saja rasanya sudah berlari ribuan kilometer kemudian saya pun buru-buru ingin menutupnya, maka jadilah cermin (cerita mini) dua sampai tiga paragraf, atau paling top lima paragraf.

Kisah pendek sejenis cerita mini atau cerita pendek, saya menyebutnya tulisan napas pendek. Kisah panjang sejenis novel, saya menyebutnya tulisan napas panjang. Saya membuat standar pribadi bahwa yang namanya novel itu secara fisik minimal 50.000 kata.

Bagaimana mengembangkan kemampuan menulis dari napas pendek menuju napas panjang? Tidak lain dan tidak bukan, caranya adalah dengan berlatih berlatih berlatih dan berlatih, menulis menulis menulis dan menulis.

Sama seperti lomba lari, ada lari jarak pendek 100, 200, 400 meter; lari jarak menengah 800, 1500 meter; lari jarak jauh 5000, 10000 meter dan marathon 42,195 km. Saya tidak tahu, apa ada atlet lari yang ujuk-ujuk berada pada posisi 10000 meter. Mungkin saja ada, bukankah selalu ada pengecualian di dunia ini. Tapi bila diambil rata-rata dalam ukuran normal, lebih masuk akal bila pelari jarak jauh tentu telah berlatih secara maksimum pada jarak pendek dan jarak menengah.

Demikian pula perjalanan seorang penulis. Menarik rasanya untuk bertanya, apakah ada penulis novel yang ujuk-ujuk bisa menulis 50.000 kata, tanpa pernah menulis cerita pendek 1000 atau 2000 kata. Mungkin ada, bukankah selalu ada pengecualian di dunia ini. Tapi sepertinya lebih masuk akal bahwa seorang penulis novel, pada awalnya adalah penulis cerita mini atau cerita pendek yang berlatih terus-menerus hingga daya tahannya meningkat dari waktu ke waktu.

Daya tahan yang meningkat dan latihan yang terus-menerus akan mengondisikan penulis tidak mudah letih, napasnya tidak terengah-engah lagi, tidak pendek-pendek lagi, tapi menjadi panjang, panjang dan panjang. Periode kemampuan menulis ini bisa disebut masa peralihan dari napas pendek menuju napas panjang.

Sekian.

Salam Ramadhan dan Salam Menulis

Keep Calm and Write a Novel

21.Pentingnya Membuat Target dalam Menulis Novel20.Menciptakan Alur yang Dinamis | 19.Mengembangkan Jalan Cerita | 18.Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | 17.Learning by Doing \ 16.Pertama Kali Bikin Novel | 15.Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | 14.Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak)|13.Karakter Tulisan12.Durasi | 11.Siasat Mati Gaya | 10.Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | 9.Outline |8.Timeline | 7.Jangan Mau Didikte Opini Publik |6.Ingatan adalah Perpustakaan | 5.Melepas Kedirian | 4.Tokoh versus Karakter |3.Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending |2.Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | 1.Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru

Page: mindhEARt Creative Writing

Advertisements

2 thoughts on “Seni Menulis Novel: Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang

  1. Alhamdulilah saya baru sempat baca tulisan bu Arimbi lagi..
    Apa yg ibu tulis, pas sekali dengan yg saya rasakan, susah sekali memanjangkan tulisan saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s