Belajar Menjadi Manusia Sepanjang Usia

 

 

manusia diasah dengan manusia
agar menjadi tajam

tajam pikirannya, akalnya, logikanya
tajam perasaannya

manusia berguru satu sama lain, belajar satu sama lain
tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, sejajar kedudukannya

yang mengerti berbicara pada yang belum mengerti
yang belum mengerti mendengarkan yang mengerti

manusia dari zaman ke zaman terhubung
melalui pikiran yang tertuang dalam catatan-catatan yang bertebaran

membaca sama dengan mendengar
sama dengan belajar

manusia tidak membagi
namun sebatas menjadi saluran

manusia bertemu manusia
untuk saling menguatkan, saling membahagiakan

kebahagiaan melahirkan kedamaian
ketenangan, welas asih, kesejatian manusia

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s